Halaman

Tampilkan postingan dengan label Zona Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Islam. Tampilkan semua postingan

Aqiqah

Sudahkah anda dan putra-putri anda melaksanakan Aqiqah?.dan apa itu Aqiqah? Aqiqah yang artinya adalah menyembelih.kambing sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas kelahiran seorang anak kedunia ini.menurut bahasa Aqiqah artinya adalah pemotongan.dan.dan hukumnya adalah Sunnah Mu'akkadah (bagi mereka yang mampu,sebagian ualama menyatakan wajib).sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW "Seorang anak yang baru lahir tergadaikan dengan aqiqahny,maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke 7,dicukur rambutnya dan diberi nama".(HR.Ashabussunan).Imam Ahmad & Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka'biyah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang Aqiqah.lalu beliau bersabda "Bagi laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan 1 ekor kambing.Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian,apakah (sembelihan itu) jantan atau betina".
Melaksanakan Aqiqah.Rasulullah mencontohkan pada hari ke 7 mencukur rambut bayi.dan memberi nama yang baik.lalu menyembelih kibsy(domba putih) untuk aqiqah.namun apabila pada hari ke 7 belum mampu/belum ada kelapangan Rijki,bisa ditunda pada hari ke 14,kalau belum mampu juga bisa dilakukan pada hari ke 21,namun apabila masih belum mampu maka bisa dilakukan sampai Allah memberikan rejeki yang lapang.InyaAllah kalau ditekadkan dan benar-benar diniatkan.Allah pasti akan mempermudahnya.
Didalam berAqiqah juga memilki syarat-syarat yang harus dan wajib.apa saja syarat-syarat Aqiqah? berkiut syarat Aqiqah 
  • Niat yang benar dan ikhlas tanpa ada tekanan ataupun paksaan.
  • Waktu yang diisyaratkan.
  • Domba/Kambing cukup usia,Sehat &  tidak cacat.
  • Hewan dari jenis Domba/kambing putih.sehat umur minimal setengah tahun/kambing jawa minimal 1 tahun.
  • Anak laki-laki 2 ekor &  anak perempuan 1 ekor.
Apa saja manfaat & Hikmah dalam ber Aqiqah?yup tentu saja ada berikut Manfaat dan Hikmah  dalam berAqiqah
  • Menghindari anak dari musibah dan kehancuran.sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail a.s
  • Pemabayaran hutang orang tua terhadap anak (agar kelak anak dapat memberi syafaat kepada orangtuanya).
  • memperkuat tali silahturahmi diantara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.
  • Melepaskan bayi dari segala godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.
  • dan masih banyak lagi manfaat dan hikmah lainnya dalam berAqiqah.
Berikut adalah Do'a/Niat ber Aqiqah
sumber : doamuslim.com

Dalam lafalnya dan bahasa Indonesianya :
Alloohumma haadzihii 'aqiiqotu......bin/binti....fataqob-balhaa 
Sumber : doamuslim.com

Terjemahan doa' Aqiqah :
"Ya Allah, ini adalah aqiqah ...bin/binti...maka terima lah."
sumber :doamuslim.com

Dunia dan Akhirat

Assalamualaikum,kali ini mimin akan membahas tentang Dunia dan Akhirat.oke lansung saja yuk ke topiknya.

Ketika Manusia diberi musibah oleh Allah sebagai pertanda peringatan atas kelalaiannya didunia.maka mereka (manusia) segera dengan khusu' dan serius serta ada yang menangis sambil memohon dan berdo'a kepada Allah.
Namun ketika Allah memberikan kekayaan,Kebahagiaan,serta kesenangan maka mereka (manusia) lupa untuk bersyukur,berdo'a dan memohon dengan khusu' dan serius serta menangis.mereka lebih sibuk dengan urusan dunia dibandingkan urusan akhirat sehingga tidak seimbang antara dunia dan akhiratnya.
Sedikit dari mereka (Manusia) yang selalu bersyukur,berdo'a dan memohon dengan khusu' dan serius serta menangis.Allah tidak pernah merasa rugi ataupun merasa kehilangan.sesungguhnya yang merugi dan merasa kehilangan adalah mereka (manusia).Allah hanya memberi peringatan atas apa yang telah mereka (manusia) kerjakan di dunia.waktu di dunia sangatlah sebentar bahkan terasa begitu cepat bahkan kitapun tidak terasa akan usia,waktu,teknologi yang semakin canggih dan moderen.
Dunia semakin banyak perubahan.namun ingatlah hidup itu sangat pendek dan hanya 1 kali kehidupan.lain halnya dengan Akhirat atau hidup kekal  yang sebenarnya baik di Surga maupun kekal di Neraka.karena dunia yang saat ini kita tempati hanyalah berisi cobaan,ujian,dan berbagai macam yang kita lalui serta kita rasakan.namun itu adalah sementara.mending susah,menderita,sengasara,dan sakit sementara didunia namun bahagia kekal di Surga itupun juka mereka (Manusia) selalu mematuhi perintah & menjauhi segala larangan dari Allah.
Sebenarnya mereka/kita( manusia) dunia ini hanyalah diuji/dites apakah kita lolos seleksi dalam menuju Surga.jika gagal maka resikonya adalah menuju Neraka.

Demikianlah artikel ini mimin paparkan semoga kita semua lolos menuju Surga Amiin Yaa Robbal Alamin.jangan lupa untuk terus kunjungi HappyBlog untuk mendapatakan info terupdate ya :)

Kemanakah Roh Hewan,Tumbuhan setelah meninggal?

Halooo kali ini mimin akan memberikan artikel yang sangat khusus & sangat sepesial kenapa? karena di artikel ini mimin akan membahas kemanakah roh hewan & tumbuhan setelah meninggal? Neraka atau Surga?.perlu anda ketahui bahwa Allah menciptakan  Surga dan Neraka hanya diperuntukan bagi Manusia,Jin,dan Iblis.lalu bagaimana dengan Roh Hewan & tumbuhan?.
Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang telah menciptakan tempat yang sangat spesial dan sangat khsusus!.nah seperti apa tempat khusus tersebut dan apakah namanya?.namanya adalah "Kesempurnaan" mengapa namanya demikian?.karena Setiap Roh Hewan dan tumbuhan yang meninggal akan menuju tempat yang telah khusus Allah ciptakan mereka akan menjadi lebih sempurna daripada yang ada di kehidupan didunia.lalu seperti apakah gambaran kehidupan Roh Hewan & Tumbuhan di tempat Kesempurnaan itu?
Mereka akan lebih sempurna dan lebih bahagia.disana juga dijaga oleh para Malaikat yang Allah ciptakan untuk Menjaga Roh Hewan dan tumbuhan.disana mereka (Hewan & Tumbuhan) sudah tidak merasa Sakit dan Sedih.lalu mereka ada yang seperti manusia mereka walaupun ditempatkan ditempat yang begitu istimewa oleh Allah.mereka ada yang bisa bersedih/Menangis ini adalah khusus mereka yang menjadi hewan peliharaan Manusia selama didunia.Mengapa mereka pernah menjadi peliharaan manusia ini menangis & Bersedih? apa penyebabnya?.
Karena sang majikan & orang yang sangat mencintai dan menyayanginya saat ditinggalkan menangis berlebihan.apa lagi jika sampai sang majikan ini tidak makan,tidak bergairah & sampai-sampai putus asa.dan Roh Hewan bisa menjadi tidak tenang.
Begitu pula roh manusia jika ada keluarga yang ditinggalkan dalam keadaan menagis berlebihan maka roh tersebut menjadi tidak tenang.
Lalu bagaimana dengan Roh tumbuhan sama halnya dengan Hewan ia pun kembali menjadi tanaman & tumbuhan  yang indah dan sangat sempurna di Surga Manusia dan di Surganya Hewan (Kesempurnaan).
Demikianlah artikel ini mimin paparkan kepada anda.semoga sangat bermanfaat.dan jangan lupa ya terus kunjungi jika perlu berlanganggan.agar terus mendapatkan info terbaru dari HappyBlog.

Apa boleh Muslim Memelihara Anjing?


Anjing bagi sebagian orang dinilai sebagai hewan yang menarik. Mereka kemudian memutuskan untuk memelihara anjing di rumah masing-masing.
Di dalam kajian fiqh atau hukum Islam, anjing dimasukkan dalam kategori hewan najis. Ini berakibat pada tidak bolehnya seorang muslim memelihara anjing.
Tetapi, larangan itu ditekankan pada niat pemeliharaan tanpa maksud atau untuk hiburan. Sementara untuk hajat tertentu, terdapat ulama yang membolehkan memelihara anjing.
Berdasarkan pendapat Imam Nawawi yang tertuang dalam kitab Al Majmu Syarah Al Muadzab membolehkan umat Islam memelihara anjing dengan hajat untuk berburu, menjaga ternak, menjaga kebun, termasuk menjaga rumah. Selain hajat itu, maka dilarang memelihara anjing.
Dalam kitab tersebut, Imam Nawawi berkata:
"Nabi SAW memberikan keringanan pada anjing buruan dan anjing penjaga ternak, dalam riwayat yang lain, anjing penjaga tanaman dan melarang memelihara anjing dari selain tujuan itu. Para sahabat kami dan lainnya telah sepakat bahwa haram memelihara anjing tanpa ada hajat (keperluan) seperti memelihara anjing karena kagum dengan bentuknya atau karena untuk bangga-banggaan, maka ini semua haram tanpa khilaf."
Pendapat ini didasarkan pada hadits Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
"Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak dan anjing untuk berburu, maka amalannya berkurang setiap harinya sebanyak satu qirath (satu qirath sama seperti sebesar Gunung Uhud)."
Tetapi, dalam kitab Fathul Bari, ulama Ibnu Abdil Barr menyebut memelihara anjing merupakan amalan makruh dan bukan haram. Dia berpendapat kata 'berkurang dari amalnya' dalam hadits Rasulullah itu tidak berarti mengharamkan memelihara anjing, sehingga Ibnu Abdil Barr menghukumi makruh.
“Dan ucapan, 'Berkurang dari amalnya' maksudnya 'dari pahala amalnya', ini mengisyaratkan bahwa menjadikannya (binatang peliharaan) tidaklah haram, karena setiap yang menjadikannya dihukumi haram, maka dilarang juga menjadikannya dalam keadaan apapun, sama ada pahalanya berkurang ataupun tidak. Maka hal itu menunjukkan bahwa menjadikannyanya hukumnya adalah makruh bukan haram."
Pendapat ini dibantah oleh Al Hafidz Ibnu Hajar. Dalam kitab Fathul Bari pula, dia menyebut pendapat Ibnu Abdil Barr tidak lazim.
"Apa yang diklaim Ibnul Abdil Barr dari tidak haramnya hal itu dan bersandar dengan apa yang telah ia sebutkan tadi, tidaklah lazim. Bahkan berkemungkinan hukuman (kurang satu atau dua qirath) terjadi dengan tidak mendapat taufiq untuk beramal pada kadar satu qirath daripada amalan-amalan baiknya walau tidak memelihara anjing sekalipun. Dan berkemungkinan memelihara anjing itu adalah haram, dan apa yang dikehendaki dengan pengurangan ialah dosa yang terhasil dengan memelihara anjing adalah bersamaan kadar satu atau dua qirath daripada pahala, maka pahala pemelihara anjing berkurang pada kadar apa yang ditetapkan ke atasnya daripada dosa kerana memeliharanya iaitu satu atau dua qirath."
Dari pendapat ini, para ulama menyatakan memelihara anjing hanya dibolehkan apabila dimaksudkan untuk berburu, menjaga binatang ternak, kebun dan rumah. Selain dari maksud yang disebutkan, maka memelihara anjing tidak diperbolehkan, meski jika karena mengagumi jenis anjing itu.
(Ism, Berbagai sumber) Sumber